PERAN KOMPUTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Tanggung jawab sekolah yang besar
dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa untuk mengahadapi
tantangan-tantangan dalam masyarakat sangat cepat perubahannya. Sala satu dari
tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu.
Kemampuan berbicara dalam bahasa asing dan kemahiran komputer merupakan dua
kriteria utama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki
lapangan kerja di Indonesia ( dan di seluruh dunia ). Mengingat sekitar 20-30 %
dari lulusan SMU di seluruh wilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat
perguruan tinggi, dan dengan adanya komputer yang telah merambah di segala
bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu tanggung jawab yang besar
terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran
komputer bagi para siswa.
Secara umum dapat dijelaskan peranan
komputer atau ilmu teknologi pada pendidikan, yaitu sebagai berikut:
1)
Setelah Tuhan, ilmu teknologi
(selanjutnya disebut: IT) merupakan sumber dari ilmu pengetahuan. Hal ini
terjadi karena komputer telah berhasil menjadi ”alat perekam cerdas” yang mampu
menampung semua informasi yang diberikan oleh pengguna dari seluruh dunia. Jadi
setiap kita menulis sesuatu di internet, maka komputer server utama akan
merekam seluruh informasi yang diberikan. Jadi tidak aneh jika kita Googling
dengan key-in bahasa Jawa-pun dia bisa mendapatkan data yang berhubungan
dengan apa yang kita cari. Intinya semakin kita sering key-in semakin
komputer pintar.
2) IT digunakan sebagai alat bantu
penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kenyataan ini terjadi karena pada
saat ini para instruktur di berbagai belahan dunia telah dan terus menerus
mengaplikasikan penggunaan IT sebagai bagian integral alins dan alongins di
dunia pendidikan. Penggunaan IT ini telah dikemas dalam kurikulum pendidikan
sehingga dalam prakteknya harus dilaksanakan. Alasan utama mengapa IT digunakan
sebagai alat bantu belajar mengajar karena kemampuannya untuk dapat menyajikan
visualisasi dan grafis bahkan menjembatani komunikasi antara komponen
pendidikan secara efektif dan efisien baik didalam maupun diluar kelas, tanpa
ada batasan ruang dan waktu.
3)
IT dijadikan salah satu prasarat
komponen manajemen pendidikan modern. Pemahaman ini diambil dari wacana bahwa
semua unsur terkait atau stake holder (instruktur, manajer, pimpinan, siswa,
pendukung pendidikan) dalam dunia pendidikan harus memahami dan mempunyai
ketrampilan pemanfaatan IT. Banyak institusi yang telah mensyaratkan
personil-nya baik untuk rekruitmen maupun yang sudah staf agar memiliki tingkat
kompetensi tertentu dalam menggunakan peralatan berbasis IT.
4)
IT mampu mentransformasikan data dalam
bentuk digital, audio visual, simulasi, gerak, dan realitas maya tergantung
dari kemampuan sumber daya alat dan konsep pendidikan yang diinginkan. Sehingga
pada saat ini telah ada konsep manajemen kelas virtual semacam Learning
Management System (LMS), materi-materi elektronik; fasilitas e-learning, e-
library, e-office, distance learning. Secara fisik data di transformasikan
kedalam bentuk digital.
5)
IT bagi sebuah institusi pendidikan
dijadikan alat untuk melaksanakan fungsi manajemen pendidikan yang mampu
merencanakan, mengelola, melaksanakan fungsi pendidikan, pengkajian, evaluasi
dan pengembangan. Pengelolaan ini dapat dilaksanakan melalui program LMS,
blackboard, webwiz dst. Seorang manajer pendidikan mampu mengelola daftar hadir
siswa, merekam proses belajar, memberikan penugasan, memberi dan menerima
materi ajaran, mengirimkan materi evaluasi pendidikan, melaksanakan bimbingan
dan pengasuhan. Di dunia perdagangan IT digunakan untuk sistem dagang
elektronis semacam program EBAY, atau yang lain.
6)
Kemampuan aplikasi IT yang sudah dapat
digunakan untuk menganalisa kinerja suatu institusi seperti kita kenal;
Executive Information System, Decision Support System, Expert System,
Management Information System. Hal ini membuat analisa kinerja institusi
pendidikan menjadi lebih mudah; contohnya adalah kemampuan anggota dalam
melaksanakan tugas yang diberikan oleh satuan atas dapat dimonitor secara
langsung apakah tugas terbsebut sudah dilaksanakan, dalam proses, atau idle.
Sehingga hal ini akan memudahkan prosedur pengawasan dan pengendalian komandan.
7)
IT sebagai budaya. Kenyataan ini muncul
sebagai akumulasi dari keenam peran diatas, mendasari pola kerja dan kinerja
satuan yang sudah menggunakan dan mengembangkan IT di lingkungan kerjanya. IT
merupakan tuntutan menajemen institusi modern, mau tidak mau IT harus ada,
digunakan, dan dikembangkan. IT adalah KEHARUSAN.
Kesimpulan
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam
proses pembelajaran. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan
menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail,
dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui
hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media
tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan
siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas
dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan
komputer atau internet.
Internet dapat dianggap sebagai
sumber informasi yang sangat besar. Ada dua peranan internet yang sangat
penting, yakni: (1) sebagai sumber data dan informasi, (2) sarana pertukaran
data dan informasi. Bidang apa pun yang diminati, pasti ada informasi di
Internet. Ini dapat digunakan siswa untuk mencari bahan ajar dalam pembelajaran
di sekolah. Bagi siswa yang kurang mampu, ini sangat memudahkannya dalam
mencari bahan ajar karena siswa tidak perlu lagi untuk membeli buku.
Adapun manfaat computer di bidang
pendidikan, yaitu sebagai berikut:
1)
Sebagai alat presentasi
2)
Sebagai pengganti mesin ketik
3)
Sebagai alat hitung
4)
Sebagai media komunikasi dengan masyarakat luas
Selain itu, adapun peranan
penting computer pada pendidikan, yaitu sebagai berikut:
1)
Merupakan sumber dari ilmu pengetahuan.
2)
Sebagai alat bantu penyelenggaraan
kegiatan belajar mengajar.
3)
Dijadikan salah satu prasarat komponen
manajemen pendidikan modern.
4)
Mentransformasikan data dalam bentuk
digital, audio visual, simulasi, gerak, dan realitas maya tergantung dari
kemampuan sumber daya alat dan konsep pendidikan yang diinginkan.
Saran
Dengan perkembangan zaman maka
sepatutnya pendidikan kita juga ikut berkenbang bukan hanya mempertahankan
tradisi tradisional, tetapi harus mengikuti perkembangan teknologi juga. Dengan
peningkatan pemaham teknologi pada peserta didik diharapkan pendidikan di
Indonesia ini bisa bersaing dengan negate-negara lainnya. Maka dari itu,
computer sangat memiliki peranan penting dalam bidang pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar